Eritrea
(Ge'ez ኤርትራ ʾĒrtrā) adalah sebuah negara yang
terletak di bagian timur laut Afrika di horn afrika. Eritrea berbatasan dengan Sudan di sebelah barat, Ethiopia
di selatan, dan Djibouti
di tenggara. Laut Merah di sebelah timur Eritrea memisahkan
negara itu dengan kawasan Timur Tengah.
Bendera dan Emblem Eritrea adalah
carang dan pohon zaitun dan unta emas. Melambangkan kekuatan untuk membawa
kekayaan bangsa-bangsa.
Eritrea berasal dari kata Latin
untuk Laut Merah,
Mare Erythraeum, yang berasal dari kata Yunani
yang berarti "merah"
(ερυθρός , erythros).
>> Ibukota Eritrea adalah Asmara. Asmara artinya:
1. The forest of flowers (Hutan penuh bunga)
2. The four are united (Persatuan)
3. Love (in Bahasa
Indonesia)Eritrea, disebut juga sebagai Roma kecil di Benua Hitam (Afrika)
Kota Asmara merupakan kota yang unik dan berbeda
dari kota-kota di Afrika pada umumnya. Kota ini justru dipenuhi oleh deretan
bangunan bergaya kolonial Italia sehingga Asmara pun disebut-sebut sebagai
miniatur Roma-nya Italia.
Arsitektur bergaya Italia merupakan daya tarik
tersendiri bagi kota Asmara, di Eritrea. Kota yang sempat dikuasai oleh Italia
ini menjadi satu-satunya kota di Afrika yang sebagian besar bangunannya dibangun
bergaya Italia. Sebagian besar pusat kotanya dibangun antara tahun 1935
dan 1941 oleh perintah Benito Mussolini, seorang diktator Italia yang
menganut fasis.
Italia yang saat itu menguasai wilayah Eritrea,
mencoba untuk membentuk kerajaan romawi baru di kota ini dan mengubah wajah
kota Asmara dengan struktur kota yang berbeda. Mussolini mengirimkan para
arsitek dan insinyur ternama dari negerinya untuk membangun kota Asmara
menjadikannya sebagai kota miniatur Roma.
Hanya dalam kurun waktu enam tahun kota ini
berhasil dimodernisasikan dan dianggap sebagai Roma baru dari Afrika.
Arsitektur bergaya Italia, jalan-jalan yang lebar, piazza dan bar kopi yang
tersebar di sudut kotanya, menjadi ciri dari kota Asmara. Tidak hanya indah,
tetapi pembangunan ini juga direncanakan dengan begitu baik.
Dengan dipenuhi oleh vila kolonial dan
rumah-rumah mewah bergaya Italia, Asmara menyajikan nuansa yang sungguh
berbeda. Bahkan Asmara memiliki suasana yang hampir Mediterania. Tak heran
jika kini Asmara menjadi salah satu kota yang paling memikat di benua hitam
Afrika.
Pada masa lalu ibukota Eritrea ini hanyalah
sebuah desa kecil di dataran tinggi yang tersembunyi di wilayah Afrika.
Asmara
didirikan dengan menyatukan 4 desa kecil yang diresmikan pada abad ke 12
sebagai pusat perdagangan, dan kemudian menjadi pusat administratif regional
daerah Ethiopia, untuk ras Alula. Namun sejak dijajah oleh Italia pada tahun
1889 dan menjadi ibu kota Eritrea pada tahun 1897, kota ini tumbuh menjadi
sebuah kota yang mapan, dan bisa dikatakan sebagai kota paling modern saat itu.
Asmara dipilih oleh pemerintah Italia untuk
menjadi pusat industri di Afrika timur. Asmara memang tidak dibangun untuk
Eritrea, namun dibangun untuk kepentingan bangsa Italia. Bagi mereka kota
Asmara ini dijadikan sumber bahan mentah yang akan memperkaya Italia,
sumber bahan pangan bagi Italia dan sumber tenaga manusia untuk fascis Italia.
>> Di Eritrea ada Danakil Depression atau Afar Depression yaitu tanah yang terbelah seperti pada waktu Korah, Datan, dan Abiram. Karena bergesernya lempengan bumi (The Great Rift Valley of Eastern Africa).
Endapan
kalsium karbon melingkari mata air panas
Cahaya dari sungai lahar yang mencair di Danakil menerangi dinding kawah
Gunung Api Ertale di Ethiopia - aktif selama seabad. Eritria dan Djibouti juga
berbagi daerah ini, menopang suku-suku nomaden dan para saudagar garam
Gurun Danakil terletak di utara timur Ethiopia , Eritrea
selatan dan sebagian besar Djibouti.Tanah air dari orang Afar. Industri
utama Desert Danakil adalah tambang garam, sementara itu juga rumah bagi satwa
liar, termasuk African
Wild Asses.
Gurun Danakil merupakan daerah kritis garam dengan Baking temperature,
sulit untuk dibayangkan ada landscape yang lebih brutal dari Gurun Danakil di
Afrika. Tetapi bagi Orang Afar daerah ini adalah rumah bagi mereka dan mereka
rela mati untuk mempertahankannya.
Mengapa ada orang yang berjuang untuk tempat seperti ini?
“Garamnya” kata mereka. Bagi mereka garam seperti
emas. Mereka akan melawan siapa saja yang mencoba mengambilnya
Danau garam dan tanah datar yang
terletak 90 m di bawah permukaan laut itu adalah salah satu bagian terendah di
Afrika. Kelompok – kelompok Afar Muslim dan Tigrayan Kristen dari Dataran
Tinggi Ethiopia bertemu setiap hari selama 10 bulan di sini, untuk menambang
garam dan mengangkutnya dengan unta, bagal, dan keledai ke pasar-pasar di
Pegunungan di Ethiopia dan lebih jauh lagi. Perdagangan itu tetap mata
pencaharian utama di sebelah utara Afar.
Berita (mereka menyebutnya dagu) adalah subyek yang berat.
Berita adalah sesuatu yang perlu dipikirkan dan dipertimbangkan. Orang Afar
menyampaikan semua yang mereka lihat dan dengar secara lisan. Melalui dagu mereka
mengetahui kabar setiap pendatang baru di dunia padang pasir itu.
Juga kondisi kolam air dan tanah penggembalaan, perkawinan, dan kematian,
persekutuan dan pengkhianatan, pertempuran terakhir, dan pula kondisi jalanan
di hadapan. Mereka terkabari juga apa yang telah berubah di tanah ini dan dunia
secara menyeluruh. Dengan semua ini pula mereka memutuskan tindakan apa yang
akan diambil. Mereka yang memperhatikan perhatian paling besar pada dagu,
kata mereka, dapat terus bertahan hidup. Insya Allah – jika
Tuhan menghendaki.
Asal muasal Orang Afar tak banyak diketahui, tetapi para ahli bahasa
mengelompokan bahasa mereka sebagai Cushitic – berasal dari bahasa purba di
Dataran Tinggi Ethiopia . Cara hidup mereka yang berpindah – pindah,
menyebabkan tak adanya rekaman arkeologis yang mereka tinggalkan. Tetapi para
cendekiawan mengetahui dari prasasti batu berusia 2.000 tahun di dataran tinggi
itu bahwa pada zaman itu orang-orang nomaden sudah berkelana bersama
iring-iringan unta di Gurun Danakil .
Orang
Afar zaman kini menganggap diri mereka sebagai satu kelompok etnis, tetapi
secara geopolitis populasi mereka yang berjumlah sekitar 3 juta terbagi di tiga
Negara : Ethiopia , Eritria dan Djibouti . Tak ada jalan lain untuk
bertahan hidup di Tanah Afar (atau Cafar-barro, begitu orang Afar menyebutnya)
terutama jika harus terus mencari tanah penggembalaan untuk ternak, karena
kehidupan Anda tergantung pada susu unta dan kambing. Curah hujan di Danakil
kurang dari 18 cm/thn dan seringkali tak merata. Satu-satunya daerah
subur adalah di sepanjang Sungai Awash – jauh di selatan tambang Garam Danau
Asele. Selain segaris daerah subur di bantaran Sungai Awash itu, bagian lain
dari gurun itu sama keringnya seperti dataran di Mars.
>> Erta Ale adalah gunung berapi aktif di Danakil Depression. Tempat ini dinamakan tempat paling kejam di muka bumi (The cruelest place on earth). Orang Afar tidak berani ke tempat ini karena menurut kepercayaan mereka inilah pintu gerbang neraka.
Qohaito, juga dikenal sebagai Kohaito,
adalah kota kuno di wilayah Debub selatan Eritrea. Itu adalah pemukiman
pra-Aksumite yang berkembang selama periode Aksumit. Kota ini terletak lebih
dari 2.500 meter di atas permukaan laut, di dataran tinggi di tepi Great Rift
Valley. Pada 2011, reruntuhan batu Qohaito belum digali. Kota pelabuhan kuno
Adulis terletak langsung di sebelah timur.






0 Komentar